
Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa dari tahun 2005-2009 angka DER terjadi penurunan dari tahun ke tahun, pada tahun 2005 ketika angka DER berjumlah 157.97 maka harga saham rata-rata berada di nilai Rp 3063.6 Kemudian tahun 2006 mengalami penurunan angka DER menjadi 143.80, tetapi harga saham rata-rata meningkat dan berada di posisi Rp 4922.87. Selanjutnya, tahun 2007 angka DER menurun menjadi 125.87, tetapi harga saham rata-rata mengalami kenaikan pada posisi Rp 7785.48. Tahun 2008 angka DER terus menurun dan berada di angka 104.61, akan tetapi harga saham rata-rata mengalami kenaikan senilai Rp 9265.34. Pada tahun terakhir, yaitu tahun 2009 angka DER menurun dengan tajam menjadi 75.51 dan harga saham rata-rata pada saat itu mengalami kenaikan pada posisi Rp 10,582.5.
Penurunan DER yang paling anjlok berada di antara tahun 2008 sampai dengan 2009, namun nilai saham mengalami peningkatan pada posisi Rp 10.582,5 dari sebelumnya Rp 9.265,34. Artinya proporsi modal sendiri bila dibandingkan dengan hutang lebih banyak pada proporsi modal sendiri. Pecking Order Theory menurut Myers (1984), pecking order theory menyatakan bahwa “Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah, dikarenakan perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana internal yang berlimpah” (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/teori-struktur-modal/). Oleh karena itulah, perusahaan united tractors ini memiliki laba yang besar sehingga dalam pembiayaan operasional nya lebih banyak menggunakan modal sendiri. Laba yang besar tentu saja meningkatkan nilai perusahaan, sehingga pada penutupan saham tahun 2009 harga saham menunjukkan posisi yang tinggi yaitu Rp 10.582,5.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar